Pidato Mendikbud pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016

4:19 AM Add Comment
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Hari ini kita kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Mari kita panjatkan puji dan puja ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita dapat kembali berkumpul merayakan semangat, capaian dan cita-cita pendidikan dan kebudayaan bangsa.

Kepada para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa. Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam.
Pidato Mendikbud pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016
Mendikbud Anies Baswedan

Ibu, Bapak dan Hadirin yang mulia,

Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.

Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja,dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.

Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi.

Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.

Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.

Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi.

Pembacaan pidato sambutan Mendikbud
oleh Kepala SMP Negeri 2 Wanasaba pada Peringatan Hardiknas 2016

Ibu, Bapak, dan Hadirin yang mulia,

Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajarnya.

Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara.

Ibu, Bapak dan Hadirin yang berbahagia,

Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu. Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.

Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.

Kepada semua yang telah merasakan manfaat pendidikan dan di bulan pendidikan ini, sapalah para pendidik kita dulu. Tanyakan kabarnya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan apreasiasi pada mereka, para pendidik dan pejuang pendidikan. Lalu mari sama-sama kita tetapkan bahwa ikhtiar memajukan pendidikan akan kita lanjutkan dan kembangkan.

Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Melapangkan dan Maha Meninggikan, selalu meridhai ikhtiar kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita tercinta.

Selamat Hari Pendidikan Nasional,

Selamat merayakan dan memeriahkan bulan pendidikan dan kebudayaan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 2 Mei 2016
ttd
Anies Baswedan, Ph.D.

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/7016e613a748753

Sambutan Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016

10:17 PM Add Comment
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. 

Alhamdulillah, di pagi hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tahun 2016. Tanggal 2 Mei yang kita peringati sebagai Hari Pendidikan Nasional merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang pemikirannya menjadi benih bertumbuhnya pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara mengumandangkan pemikirannya tentang pendidikan Indonesia, yaitu Ing Ngarso Sing Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani, dan menerapkannya dalam sekolah Taman Siswa. Inisiatif tersebut menjadi awal bentuk reformasi pendidikan di Indonesia. 

Jika Ki Hajar Dewantara berfokus pada pendidikan yang berbasiskan pada guru, maka tokoh pendidikan Indonesia lainnya, yaitu Moh. Syafei menggagas pendidikan keterampilan yang sarat dengan praktek melalui pendirian pusat pendidikan INS Kayu Tanam di Sumatera Barat, yang kemudian menjadi dasar pengembangan sekolah vokasi dan kejuruan di Indonesia. Apa yang telah dilakukan oleh Moh. Syafei pun merupakan salah satu bentuk awal dari reformasi pendidikan di Indonesia. 
Sambutan Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016
Peserta upacara yang dimuliakan, 

HARDIKNAS kita peringati bukan hanya untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita kenang dan hargai. Namun, juga untuk kita merefleksikan tentang beragam upaya yang telah dan sedang kita lakukan dalam menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. Perjalanan tersebut menjadi tonggak untuk upaya kita selanjutnya dalam memberikan layanan pendidikan tinggi berkualitas bagi putra putri bangsa, menciptakan SDM IPTEK Indonesia yang terampil, dan meningkatkan kapasitas penciptaan beragam inovasi dan teknologi yang berdaya saing industri, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia. 

Dalam bingkai pikir tersebut, maka HARDIKNAS kali ini kita peringati dengan tema “Ayo Kerja, Inovatif dan Kompetitif”. Tema tersebut merupakan seruan bagi seluruh kalangan pendidikan tinggi dan perguruan tinggi untuk melakukan reformasi pendidikan tinggi, sebagaimana telah dimulai oleh Bapak Pendidikan kita. Reformasi pendidikan tinggi merupakan suatu keniscayaan pada saat ini, ketika kita menghadapi beragam tantangan luar biasa dalam skala lokal, nasional, maupun global.

Melalui pendidikan tinggi, kita mempersiapkan SDM IPTEK yang akan bersaing dalam pasar kerja nasional maupun internasional, serta akan memenuhi beragam tempat kerja. Bagaimana mungkin lulusan kita akan memiliki kompetensi untuk bekerja di dunia abad 21, jika penyelenggaraan pendidikan tinggi kita masih sama seperti abad 19? Juga, kehadiran teknologi informasi komunikasi dan jaringan, serta masyarakat ekonomi berbasis pengetahuan menyebabkan perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak dapat ditawar lagi. 

Ada banyak pekerjaan yang perlu kita lakukan, yang pada dasarnya akan mereformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi kita – deregulasi, penyediaan pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada siswa dan pangsa pasar, perubahan kurikulum, penyediaan dosen, guru besar, dan tenaga kependidikan yang profesional, pendidikan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, model bisnis pendidikan yang baru, orientasi pada keterampilan yang teruji dan berdaya saing, pengembangan bidang ilmu strategis, revitalisasi kelembagaan, kemampuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang kompetitif, dan lain-lain. Untuk itu, ayo kita kerja bersama-sama.
 Permainan dalam Pramuka

Hadirin sekalian, 

Mari kita fokuskan kerja kita dalam reformasi pendidikan tinggi dengan cara-cara inovatif untuk menghasilkan beragam inovasi yang berdaya saing dari pendidikan tinggi kita. Sudah banyak ragam inovasi yang kita hasilkan dan kita banggakan. Pada tahun 2015 menurut World Economic Forum, indeks inovasi Indonesia mencapai 4,6 atau peringkat 30 dunia, sedangkan indeks inovasi pendidikan tinggi adalah 4,0 atau peringkat 60 dunia. Kita masih perlu bekerja secara inovatif, sehingga kita bisa meningkatkan peringkat indeks inovasi pendidikan tinggi Indonesia di peringkat 56 pada tahun 2020. Indeks ini menunjukkan bahwa masih banyak inovasi dan teknologi yang perlu kita hasilkan untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan bangsa Indonesia. 

Selanjutnya, globalisasi juga telah meningkatkan kompetisi di tingkat institusi, nasional dan internasional. Pada saat ini, indeks daya saing Indonesia yang diukur dari indikator “higher education and training” menunjukkan bahwa pada tahun 2014-2015 Indonesia menduduki peringkat 60 dengan indeks daya saing 4,5, sementara pada tahun 2015-2016 peringkat Indonesia menjadi 65 dengan indeks daya saing yang sama 4,5. Artinya, ada lebih banyak negara lain yang mencapai indeks daya saing lebih baik dari Indonesia, sehingga peringkat Indonesia menurun. 

Hal ini tidak boleh kita biarkan begitu saja. Ayo kita kerja secara inovatif dan kompetitif untuk menghasilkan SDM IPTEK terampil serta inovasi dan teknologi yang berdaya saing sebagai tujuan utama pendidikan tinggi kita. Dalam bingkai daya saing ini, kita tidak bisa menjalankan pendidikan tinggi dengan cara dan kualitas yang telah kita lakukan selama ini untuk menjawab tantangan masa depan. Karena kualitas yang kita capai di hari kemarin sangatlah berbeda dengan kualitas yang harus kita capai di hari esok dalam kecepatan pencapaian yang berbeda pula. 

Di sisi lain, globalisasi serta era Masyarakat Ekonomi ASEAN membuka jalan bagi kerjasama pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi antar institusi perguruan tinggi, lembaga riset, serta industri dalam dan luar negeri. Kerjasama menjadi salah satu strategi dalam bingkai competitiveness” untuk mencapai kualitas pendidikan tinggi yang diakui dalam berbagai kalangan secara global. Kerjasama memperkuat kapasitas kita masing-masing menjadi kapasitas yang lebih besar dalam menciptakan inovasi dan teknologi yang lebih baik lagi. Pertukaran mahasiswa dan dosen, kerjasama penelitian dan publikasi ilmiah, sudah seharusnya menjadi bagian dari reformasi pendidikan tinggi kita.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Proses reformasi pendidikan tinggi tidak mungkin dijalankan oleh Pemerintah saja, atau satu pihak saja. Jumlah perguruan tinggi yang mencapai 4438, mahasiswa yang berjumlah lebih dari 7 juta, dan dosen yang berjumlah sekitar 300.000 merupakan kekayaan yang kita miliki. Untuk menjalankan reformasi dalam skala makro seperti itu, dibutuhkan kerjasama antar institusi pendidikan tinggi, institusi riset, berbagai unit pemerintahan lainnya, sektor industri dan swasta, serta pemangku kepentingan lainnya. Dalam bingkai tersebut, saya mengundang berbagai pihak untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi secara nyata dalam proses reformasi pendidikan tinggi kita menjadi pendidikan tinggi yang inovatif dan kompetitif. Mari kita wujudkan cita-cita pembangunan pendidikan tinggi Indonesia dengan semangat reformasi pendidikan yang digulirkan oleh Bapak Pendidikan Indonesia dan tokoh-tokoh pendidikan lainnya untuk menjalankan beragam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi kita secara berkelanjutan.

Akhirnya, saya ucapkan selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional kepada semua pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, serta komunitas pendidikan tinggi di seluruh tanah air. Semoga upaya kita dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di tanah air.

Wabillahit taufiq walhidayah,
Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

Jakarta, 2 Mei 2016

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Prof. Mohamad Nasir

Sumber : http://ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2016/04/Sambutan-Hari-Pendidikan-Nasional-2-Mei-2016.pdf

7 Ikhtiar Revolusi Mental di bidang Pendidikan

8:08 PM Add Comment
Revolusi Mental adalah gerakan seluruh rakyat Indonesia bersama Pemerintah untuk memperbaiki karakter bangsa menjadi Indonesia yang lebih baik. Banyak permasalahan yang terjadi di negara kita saat ini, mulai dari rakusnya pejabat yang memperkaya diri sendiri, pelanggaran HAM, hingga perilaku sehari-hari masyarakat seperti tidak mau antre dan kurang peduli terhadap hak orang lain. Namun, perilaku bisa diubah, mental dan karakter bisa dibangun. Karena itu Revolusi Mental bukanlah pilihan, tetapi suatu keharusan, agar bangsa kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kita bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik dengan memulai Revolusi Mental dari diri sendiri, sejak saat ini. (http://revolusimental.go.id/)

7 Ikhtiar Revolusi Mental di bidang Pendidikan
Berikuti ini adalah Tujuh Butir Program Gerakan Nasional Revolusi Mental Indonesia Baru : 
  1. Negara harus hadir ditengah-tengah masyarakat. Bukan hanya memerintah, tetapi juga melindungi dan melayani.
  2. Indonesia bukan sekedar negara kaya, tetapi juga serba bisa. Bisa mandiri, dan bisa mencukupi kebutuhan pokoknya sendiri. Dengan kekayaan sumber daya alam yang kita miliki.
  3. Indonesia adalah teladan dalam hal toleransi dan pembauran, karena perbedaan adalah kekayaan bangsa.
  4. Indonesia harus bisa menggenggam dunia, pendidikan yang baik menjadi kuncinya. Dan itu harus menjadi tanggung jawab bersama.
  5. Indonesia adalah negara yang makmur diatas fondasi ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi yg dikuasai segelintir orang.
  6. Indonesia adalah bangsa terhormat dan tidak bersedia menjadi budak bangsa lain.
  7. Indonesia adalah bangsa yang membanggakan dan penuh prestasi, Indonesia bukan bangsa rendah diri.
Dalam bidang pendidikan terdapat 7 (tujuh) ikhtiar revolusi mental yang akan dilakukan seperti yang disampaikan oleh Mendikbud Anies Baswedan pada upacara Pencanangan Gerakan Nasional Revolusi Mental di halaman depan gedung utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tanggal 21 September 2015 yang lalu yaitu :
  1. mengubah paradigma pendidikan “berdaya saing” menjadi pendidikan “mandiri dan berkepribadian”; 
  2. merancang kurikulum berbasis karakter dari kearifan lokal serta vokasi yang beragam berdasarkan kebutuhan geografis daerah dan bakat anak;
  3. menciptakan proses belajar yang menumbuhkan kemauan belajar dari dalam diri anak;
  4. Memberi kepercayaan penuh pada guru untuk mengelola suasana dan proses belajar pada anak;
  5. memberdayakan orangtua untuk terlibat pada proses tumbuh kembang anak;
  6. membantu kepala sekolah untuk menjadi pemimpin yang melayani warga sekolah; dan
  7. menyederhanakan birokrasi dan regulasi pendidikan diimbangi pendampingan dan pengawasan
Dalam sambutannya, mendikbud juga menegaskan kembali makna dan konsep pokok dari revolusi mental dalam upaya membangun generasi bangsa. "Agar kita tidak menjadi bangsa yang bergantung dengan bangsa lain tetapi sebagai bangsa yang mandiri dan berkepribadian. mampu mengolah sumber daya alam untuk kita manfaatkan bagi kesejahteraan bersama. Untuk mencapai semua itu, tentu harus dimulai dari pendidikan. Maka, tentu sudah sangat perlu jika kita sendiri dulu di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan dan memahami betul apa itu revolusi mental."

Sertifikasi Guru Pola PPG (SG-PPG) biaya mandiri ditiadakan

2:41 AM Add Comment
Sertifkasi Guru 2016
Selasa, 19 April 2016 Ditjen GTK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat penegasan tentang pelaksanaan Sertifikasi Guru 2016. Surat dengan nomor 1450/B/GT /GT/2016, ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi dan Kepala LPMP se Indonesia ditandatangai oleh Dirjen GTK Sumarna Surapranata, yang isi lengkapnya sebagai berikut :
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Guru sebagai tenaga profesional wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagai tindak lanjut untuk mewujudkan bahwa guru adalah tenaga professional, pemerintah telah melaksanakan program sertifikasi guru untuk 1.638.240 guru.
Kondisi saat ini, masih terdapat guru yang belum memiliki sertifikat pendidik sejumlah 555.467 guru, yang terdiri atas 116.770 guru dalam jabatan yang diangkat dalam periode sampai dengan 2005 dan 438.697 guru yang diangkat dalam periode 2006-2015. Terhadap guru yang belum memiliki sertifikat pendidik dimaksud, Pemerintah melalui kerjasama antara Kemendikbud, Kemenristek Dikti dan LPTK tetap melanjutkan upaya sertifikasi guru dan tetap akan memberikan bantuan dana bagi guru untuk mengikuti program sertifikasi melalui Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Atas kesepakatan antara Kemendikbud, Kemenristek Dikti dan LPTK Program Sertifikasi Guru Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG) biaya mandiri ditiadakan. Penuntasan pelaksanaan proses sertifikasi, akan dilaksanakan secara bertahap sampai dengan tahun 2019. Penentuan guru sebagai peserta sertifikasi guru dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundangan.
Berkenaan dengan pelaksanaan penuntasan proses sertifikasi, kami mohon perkenan Bapak dan Ibu untuk melanjutkan melakukan verifikasi dan validasi data guru yang memenuhi syarat untuk ikut serta dalam pelaksanaan proses sertifikasi. Proses verifikasi dan validasi data dimaksud dapat dilakukan sampai dengan 15 Mei 2016.
Atas perhatian dan kerjasama Bapak dan Ibu, kami ucapkan terimakasih.
Dowload surat resminya di SINI  

Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2016

5:29 AM Add Comment
Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2016

Melalui suratnya bernomor 19180/MPK.A/MS/2016 Mendikbud Anies Baswedan menyampaikan hal-hal terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016, yaitu : 
  1. Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 diperingati selama satu bulan penuh pada bulan Mei sebagai Bulan Pendidikan dengan konsep gerakan bersama yang melibatkan semua unsur masyarakat dengan tema pokok "Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita".
  2. Rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 diawali dengan pelaksanaan upacara bendera secara serentak pada hari Senin, 2 Mei 2016 pukul 08.00 waktu setempat di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agama, Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, pemerintah daerah, seluruh unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan seluruh institusi penyelenggara pendidikan di Indonesia yang akan diatur lebih lanjut dalam pedoman pelaksanaan upacara bendera. 
  3. Peringatan Hari Pendidikan Nasional disemarakkan dengan kegiatan-kegiatan yang dirancang dalam tema yang berbeda di setiap minggunya selama bulan Mei. Adapun tema-tema setiap minggunya adalah sebagai berikut:

    Minggu ke-1
    Sub Terna : "Kembali ke Sekolah"
    Contoh Kegiatan: 
    1. Profesi Kembali ke Sekolah
    2. Muliakan Guru
    3. Bantu Sekolah
    4. Peningkatan Minat dan Daya Baca

    Minggu ke-2
    Sub Tema : "Ekspresi Merdeka"
    Contoh Kegiatan:
     
    1. Tunjukkan Ekspresi Merdekamu
    2.Buah Pendidikan dan Kebudayaan
    3.Pahlawan Pendidikan dan Kebudayaan

    Minggu ke-3
    Sub Terna : "Anak adalah Bintang"
    Contoh Kegiatan: 
    1. Karya Anak
    2. Suara Anak
    3. Petualangan Anak

    Minggu ke-4
    Sub Tema : "Semua Murid, Semua Guru"
    Contoh Kegiatan: 
    1. Semua Murid, Semua Guru
    2. Gotong Royong untuk Pendidikan dan Kebudayaan

  4. Puncak rangkaian kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 dilaksanakan pada hari Minggu, 29 Mei 2016 di Jakarta dengan rnelibatkan para kornunitas pegiat pendidikan dan rnasyarakat 
  5. Untuk lebih rnernupuk rasa patriotisrne, selain rnengadakan upacara bendera, panitia nasional peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 akan rnelakukan ziarah ke makarn Ki Hadjar Dewantara di Yogyakarta. Berkenaan dengan itu, dihirnbau kiranya Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan rnelakukan ziarah ke taman rnakarn pahlawan di wilayah masing-rnasing.
  6. Agar lebih rnernaknai Peringatan Hari Pendidikan Nasional, dihirnbau kepada rnasing-masing institusi untuk rnelaksanakan kegiatan yang rnendukung peningkatan rnutu pendidikan sesuai dengan sernangat Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 ini dan untuk rnenyernarakkannya diharapkan rnasing-masing institusi rnernasang spanduk dengan tema tersebut di atas.

Pedoman Upacara Bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional di tingkat Sekolah 

Pembina Upacara : Kepala Sekolah
Waktu Upacara : Pukul 08.00 (waktu Setempat)
Tempat Upacara : Ditetapkan oleh Kepala Sekolah
Peserta Upacara
  1. Kepala sekolah selaku Pembina upacara
  2. Para Karyawan Sekolah
Para Guru dan Siswa
  1. Pakaian Upacara
  2. Pembina Upacara mengenakan pakaian adat/tradisional disesuaikan dengan norma kepantasan
Susunan Acara :
  1. Pembina upacara memasuki lapangan upacara
  2. Penghormatan kepada pembina upacara, dipimpin oleh pemimpin upacara
  3. Laporan pemimpin upacara 
  4. Pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan indonesia raya dinyanyikan bersama
  5. Mengheningkan cipta di pimpin oleh pembina upacara 
  6. Pembacaan Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara
  7. Pembacaan Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia indonesia tahun 1945
  8. Pembacaan sambutan menteri pendidikan dan kebudayaan oleh pembina upacara 
  9. Menyanyikan lagu wajib belajar (cipt. RN Sutarmas/ H. Winarno) oleh paduan suara
  10. Pembacaan do’a
  11. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara
  12. Penghormatan kepada pembina upacara, di pimpin oleh pemimpin upacara
  13. Pembina upacara meninggalkan tempat upacara
  14. Upacara bendera selesai, barisan di bubarkan


Download :

LIRIK LAGU WAJIB BELAJAR

Cipataan: Restu Narwan Sutarmas dan H. Winarno

Mari kita laksanakan wajib belajar
Putra putri tunas bangsa
Harapan negara
Wajib belajar cerdaskan
Kehidupan bangsa
'ntuk menuju masyarakat
Adil sejahtera

Gunakan waktumu isilah hidupmu
Tekunlah belajar giatlah bekerja
Berantas kebodohan perangi kemiskinan
Habis gelap terbit terang
Hari depan cerlang

Ayo kita giatkan wajib belajar
Jangan putus tengah jalan marilah tamatkan
Tanam ilmu sekarang
Petik hari depan
Cerdas trampil berwibawa penuh daya cipta

Gunakan waktumu isilah hidupmu
Tekunlah belajar giatlah bekerja
Jadikan tunas bangsa inti pembangunan
Adil makmur sejahtera
Merata bahagia

Edaran Kadis Dikpora Lombok Timur tentang PK Guru

5:21 PM Add Comment
Tertanggal 12 April 2016 Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Mahsin, S.Pd., M.M. mengeluarkan surat edaran tentang pengumpulan hasil PK Guru tahun 2015. Edaran bernomor 900/976/Dik.V/2016 tersebut ditujukan kepada Korwas dan Kepala TK/SD/SMP/SMA/SMK se Kabupaten Lombok Timur yang isi selengkapnya sebagai berikut :

Sebagai bahan bukti fisik pelaksanaan tugas kepengawasan bagi pengawas TK/SD/SMP/SMA/SMK, makka kepada semua Kepala Sekolah diminta untuk segera menyerahkan data dan hasil Penilian Kinerja (PK) Guru yang ada di sekolah masing-masing untuk diverifikasi oleh pengawas pembina masing-masing sekurang-kurangnya sekali setiap tahun baik PKG itu dilakukan langsung oleh Kepala Sekolah maupun oleh guru senior yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan dengan ketentuan bahwa setiap guru yang di PKG oleh guru senior yang ditunjuk agar melampirkan surat penunjukan dari Kepala Sekolah. 
Hasil PKG sumatif tahun sebelumnya dan hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) formatif tahun yang bersangkutan diserahkan kepada pengawas pembina masing-masing selambat=lambatnya pada minggu pertama bulan Desember tahun yang bersangkutan.
Khusus bagi sekolah yang sampai saat ini belum menyerahkan hasil verifikasi PK Guru tahun 2015 agar segera diserahkan kepada Pengawas Pembina masing-masing paling lambat minggu terakhir bulan April 2016. 
Untuk diketahui bahwa tidak ada toleransi waktu bagi sekolah yang belum menyerahkan hasil Peniliaian Kinerja Guru (PKG) sampai batas waktu yang telah ditentukan di atas karena akan berpengaruh baik terhadap hasil audit BPK yang direncanakan akan dilaksanakan sekitar bulan April 2016 maupun terhadap pembayaran Tunjangan Profesi triwulan berikutnya baik bagi guru, Kepala Sekolah maupun bagi Pengawas Pembina.
Berikut surat resminya :
Edaran Kadis Dikpora Lombok Timur tentang PK Guru

Arsip Soal Ujian Sekolah Tahun 2016

10:52 PM Add Comment
Ujian Sekolah yang terdiri dari 2 macam yaitu ujian praktik dan ujian tulis telah selesai dilaksanakan di SMP Negeri 2 Wanasaba. Ujian praktik berlangsung sejak tanggal 4 - 9 April 2016 sedangkan Ujian Tulis berlangsung sejak tanggal 11 - 15 April 2015.

Sistem pengawasan ujian sekolah ini dilakukan dengan sistem silang penuh antar anggota subrayon 20 Kecamatan Wanasaba. Hal ini dilaksanakan untuk lebih menjamin teraksananya pelaksanaan Ujian yang berintegritas.

Ujian Sekolah 2016
Pelaksanaan Ujian Sekolah dengan Pengawasan Silang Penuh subrayon 20

Sebagai arsip berikut kami bagikan contoh soal-soal ujian tulis yang digunakan di SMP Negeri 2 Wanasaba tahun 2016. Soal ujian ini disusun oleh tim penyusun soal sekolah melalui kegiatan workshop beberapa waktu yang lalu.



Berikut soal-soal tersebut
  1. Pendidikan Agama Islam
  2. PKn
  3. Bahasa Indonesia
  4. Bahasa Inggris
  5. Matematika
  6. IPA
  7. IPS
  8. Seni Budaya
  9. TIK
  10. Mulok Bahasa Arab

Syarat peserta Sertifikasi Guru tahun 2016

5:39 AM Add Comment
Sertifikasi Guru tahun 2016

Sasaran sertifikasi guru tahun 2016 Guru yang diangkat sebelum 30 Desember 2005 mengikuti sertifikasi guru melalui pola PF atau pola PLPG. Guru yang diangkat sejak 31 Desember 2005 sampai dengan 31 Desember 2015 mengikuti SG-PPG.

Persyaratan Peserta :

Peserta sertifikasi guru yang diangkat sebelum 30 Desember 2005

Guru yang dapat mengikuti sertifikasi guru pola PF dan PLPG harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  1. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
  3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan.
  4. Memiliki status sebagai guru tetap dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru PNS/Guru Tetap (GT). Bagi GT bukan PNS pada sekolah swasta, SK Pengangkatan dari yayasan minimum 2 tahun berturut-turut pada yayasan yang sama dan Akte Notaris pendirian Yayasan dari Kementerian Hukum HAM. Sedangkan GT bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan dari pejabat yang berwenang (Bupati/Walikota/Gubernur) minimum 2 tahun berturut-turut.
  5. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah 2 tahun terakhir.
  6. Guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik dengan kondisi sebagai berikut.:
    1. Guru PNS yang sudah dimutasi sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama.
    2. Guru PNS/guru tetap non PNS yang memerlukan penyesuaian sebagai akibat perubahan kurikulum.

  7. Pada tanggal 1 Januari 2017 belum memasuki usia 60 tahun.
  8. Telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015.
  9. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.
  10. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan diangkat menjadi pengawas satuan pendidikan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Peserta sertifikasi guru yang diangkat sejak 31 Desember 2005 sampai dengan 31 Desember 2015.

Guru yang dapat mengikuti sertifikasi guru melalui pendidikan profesi guru (SG-PPG) harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  1. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
  2. Memiliki NUPTK.
  3. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki programstudi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan.
  4. Memiliki status sebagai guru tetap dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru PNS/Guru Tetap (GT)/guru tetap yayasan (GTY) pada yayasan yang sama. Khusus bagi GTY melampirkan Akte Notaris pendirian Yayasan dari Kementerian Hukum HAM.
  5. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar dari kepala sekolah 2 tahun terakhir.
  6. Memenuhi skor minimal UKG yang ditetapkan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).
  7. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter pemerintah.

Tanya Jawab Seputar DJP ONLINE

6:04 PM 1 Comment
djp online


Pertanyaan Umum :

Tanya : Browser apakah yang dapat digunakan secara optimal oleh aplikasi e-Filing pada Situs DJP ?
Jawab : Browser yang direkomendasikan adalah Mozilla Firefox, Chrome dan Safari.

Tanya : Apakah aplikasi e-Filing pada Situs DJP dapat diakses dari luar negeri?
Jawab : Bisa

Registrasi e-filing

NO TANYA JAWAB
1 Setelah mendapatkan e-FIN, WP harus mendaftarkan diri pada aplikasi e-Filing? Tidak, pendaftaran dilakukan di situs djponline (http://djponline.pajak.go.id)
2 Apakah 1 alamat e-mail dapat digunakan untuk beberapa NPWP? Tidak bisa. satu email untuk satu NPWP
3 Apa fungsi nomor handphone yang dicantumkan WP pada aplikasi e-Filing di Situs DJP? Nomor Handphone diperlukan dalam proses pengawasan dan konsultasi oleh AR, dimana misalnya terjadi kesalahan dalam SPT, maka AR dapat dengan mudah menghubungi Wajib Pajak
4 Jika WP Lupa email dan Nomor handphone yang telah didaftarkan dalam aplikasi e-Filing, apakah ada fasilitas ubah email pada aplikasi e-Filing di Situs DJP? Jika ada, bagaimana caranya? Jika lupa email dan nomor handphone yang didaftarkan, user dapat melakukan perubahan email pada menu reset password di http://djponline.pajak.go.id
5 WP sudah melakukan registrasi pada aplikasi e-Filing di Situs DJP, namun tidak menerima link aktivasi di email WP. Apa yang harus dilakukan WP tersebut? Anda dapat meminta kirim ulang link aktivasi di menu pendaftaran
6 Apa yang harus dilakukan WP apabila WP gagal melakukan aktivasi? WP dapat menghubungi call center DJP di 1 500 200

Login

Tanya : Untuk melakukan login pada aplikasi e-Filing di Situs DJP, WP diminta untuk memasukkan NPWP-nya. Adakah fasilitas untuk merubah NPWP pada aplikasi e-Filing di Situs DJP
Jawab : Perubahan NPWP

Tanya :Bagaimana dengan WP yang pindah KPP?
Jawab : Belum ada jawaban

Tanya : Apa yang harus dilakukan WP apabila WP gagal login?
Jawab : Hubungi Call Center 1 500 200

Upload SPT

Tanya : Siapakah yang dapat mengunggah/upload SPT ?
Jawab : Wajib Pajak Badan , Orang Pribadi dan Bendahara dapat mengunggah SPT.

Tanya : Saya pengurus perusahaan, dapatkah mengupload SPT Badan ?
Jawab : 
Tidak, Wajib Pajak Badan harus didaftarkan juga di DJPOnline. Wajib Pajak Pribadi hanya dapat mengirimkan SPT yang berkaitan dengan SPT Pribadi, demikian juga sebaliknya WP Badan hanya dapat mengirimkan kewajiban SPT Badan saja

Tanya : File apa saja yang dapat diunggah ?
Jawab :
1 (satu) file csv yang merupakan file SPT hasil dari aplikasi e-SPT
1 (satu) file pdf yang merupakan lampiran dari SPT

Tanya : Apakah itu file csv dan pdf yang dimaksud didalam aplikasi ini ?
Jawab : 
  1. file csv adalah file yang dihasilkan dari aplikasi e-SPT sesuai dengan jenis pajak. File ini merupakan SPT anda.
  2. file pdf adalah file yang merupakan berkas selain satu set SPT, contohnya Neraca dan Laporan Laba Rugi, Laporan Daftar Penghitungan Penyusutan dan atau Amortisasi Fiskal , Perhitungan Kompensasi Kerugian Fiskal dan lain-lain sesuai dengan jenis SPT, lampiran ini harus dalam bentuk pdf. Jika file anda dalam bentuk Microsoft Word, Microsoft Excell atau yang lain, silahkan dikonvert ke dalam bentuk pdf
Tanya : Dimanakah saya dapat memperoleh installer aplikasi e-SPT beserta update aplikasinya ?
Jawab : Aplikasi e-SPT dapat di download dari www.pajak.go.id atau aplikasi perpajakan

Tanya : Kapankah saya dianggap sah telah melaporkan SPT ?
Jawab : Anda dianggap sah melaporkan SPT jika telah mendapatkan email Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) setelah anda memasukkan kode verifikasi
Tanya : Mengapa saya file csv yang saya kirimkan dinyatakan rusak ?
Jawab :
  1. file csv pernah dibuka sendiri
  2. file csv pernah direname/ganti nama file
  3. file csv pernah diubah isinya tanpa melalui aplikasi e-SPT
  4. aplikasi e-SPT menggunakan aplikasi yang tidak update
  5. dapat rusak oleh sebab lainnya
Tanya : 
Saya sudah mengupload file csv, tetapi belum mendapatkan email Bukti Penerimaan Elektronik (BPE), apakah saya harus mengulang mengupload file ?
Jawab :
Tidak perlu unggah ulang SPT, silahkan buka menu "Submit SPT" dan didalam menu tersebut sudah terdapat pilihan untuk kirim SPT

Tanya : SPT apa saja yang dapat diupload oleh Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan ?
Jawab : 
  • WP Orang Pribadi dapat mengupload : SPT Tahunan 1770, SPT Tahunan 1770 S, SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) dan SPT Masa PPh Pasal 21/26
  • WP Badan dapat mengupload : SPT Tahunan 1771, SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) dan SPT Masa PPh Pasal 21/26
  • WP Bendahara dapat mengupload : SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2) dan SPT Masa PPh Pasal 21/26
Tanya : Apa yang harus saya lakukan jika mendapat catatan "Tanggal SPT di csv harus diisi/file rusak/file pernah diubah baik namafile maupun isinya secara manual" ?
Jawab : Mengisi tanggal SPT di aplikasi e-SPT, kemudian membuat file csv lagi

Tanya : Apa yang harus saya lakukan jika mendapat pesan "SPT Anda belum lengkap, SPT tidak dapat dikirim" pada waktu klik tombol "kirim SPT" ?
Jawab : 
  • Didalam menu Submit SPT, silahkan hapus SPT dengan klik tombol Hapus
  • Perbaiki csv anda dengan aplikasi e-SPT, contoh : mengisi tanggal SPT di aplikasi e-SPT, kemudian membuat file csv lagi
Sumber : https://efiling.pajak.go.id/manual

Permintaan Berkas Calon Peserta Sertifikasi Tahun 2016 Kabupaten Lombok Timur

12:02 AM Add Comment
Sertifikasi Guru 2016
Sehubungan dengan telah dimunculkan daftar nama calon peserta Sertifikasi Guru pada Aplikasi AP2SG oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan ini kami sampaikan bahwa sertifikasi guru tahun 2016 dilaksanakan dengan dua pola yaitu Pola PLPG bagi guru yang diangkat sebelum 30 Desember 2005 dan Pola SG-PPG bagi guru yang diangkat dari 31 Desember 2005 s.d 31 Desember 2015. Adapun calon peserta PLPG dan SG-PPG tahun 2016 terdiri dari :
  1. Peserta tidak lulus PLPG 2015
  2. Guru yang diangkat sebelum 30 Desember 2005 (untuk PLPG)
  3. Guru yang diangkat sejak 31 Desember 2005 s.d 31 Desember 2015 (untuk SG-PPG) yang memenuhi skor UKG minimal 55, (daftar terlampir / dapat diunduh pada tautan/link di bagian bawah postingan ini). 
Terkait dengan hal diatas maka diminta bantuannya agar segera menginformasikan kepada guru yang tercantum namanya dalam daftar lampiran surat ini (berdasarkan data dari aplikasi AP2SG) untuk melengkapi berkas masing-masing terdiri dari :

A. Pola PLPG :

  1. Foto Copy Ijazah S1/D IV yang telah dilegalisir oleh perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah tersebut ;
  2. Foto Copy SK Pembagian Tugas Mengajar 1 (satu) tahun terakhir bagi peserta yang linear antara Ijazah dengan mapel yang diampu (peserta yang tidak linear harus melampirkan SK mengajar 5 tahun terakhir) di legalisir oleh kepala sekolah;
  3. Foto Copy :
    1. SK Guru Tetap Yayasan (GTY) (Bagi yang Memiliki) disyahkan Oleh ketua yayasan;
    2. SK Guru Bantu, Guru Kontrak (Bagi yang Memiliki) disyahkan Oleh kepala sekolah;
    3. SK CPNS, SK PNS dan SK Pangkat Terakhir disyahkan oleh kepala sekolah;
  4. Pas Photo terbaru (berwarna) ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar;
  5. Pakta Integritas (pernyataan) peserta bahwa berkas/dokumen yang diserahkan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya (contoh format terlampir); 
  6. Foto Copy Kartu NUPTK dilegalisir oleh kepala sekolah ;
  7. Surat Keterangan Sehat dari dokter.

B. Pola SG-PPG :

  1. Foto Copy Ijazah S1/D IV yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang ;
  2. Foto Copy SK Pembagian Tugas Mengajar 1 (satu) tahun terakhir bagi peserta yang linear antara Ijazah dengan mapel yang diampu (peserta yang tidak linear harus melampirkan SK mengajar 5 tahun terakhir) di legalisir oleh kepala sekolah;
  3. Foto Copy :
    1. SK Guru Tetap Yayasan (GTY) (Bagi yang Memiliki) disyahkan Oleh ketua yayasan;
    2. SK Guru Bantu, Guru Kontrak (Bagi yang Memiliki) disyahkan Oleh kepala sekolah;
    3. SK CPNS, SK PNS dan SK Pangkat Terakhir disyahkan oleh kepala sekolah;
  4. Pas Photo terbaru (berwarna) ukuran 3 x 4 sebanyak 4 lembar;
  5. Pakta Integritas (pernyataan) peserta bahwa berkas/dokumen yang diserahkan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya; 
  6. Foto Copy Kartu NUPTK dilegalisir oleh kepala sekolah;
  7. Memenuhi Skor Nilai UKG minimal 55;
  8. Surat keterangan sehat dari dokter.

C. Khusus Peserta Sertifikasi ke dua (bagi guru yang akan melinearkan bidang tugasnya) :

  1. SK mutasi yang ditandatangani oleh Bupati/Walikota atau pejabat yang berwenang (jika ada) dilegalisir oleh kepala sekolah;
  2. Surat keterangan dari kepala sekolah (contoh terlampir) dan mengetahui oleh Kepala Dinas Dikpora bagi guru PNS bersertifikat TIK atau KKPI atau Keterampilan atau IPA SMK atau IPS SMK atau Kewirausahaan yang diberi tugas mengampu mata pelajaran sesuai kualifikasi/latar belakang S-1/D-IV yang dimiliki;
  3. Surat keterangan dari kepala sekolah (contoh terlampir) dan disetujui oleh Kepala Dinas bagi guru bukan PNS yang diberi tugas mengampu mata pelajaran lain oleh yayasan.
  4. Foto copy sertifikat pendidik yang sudah dimiliki dilegalisir oleh kepala sekolah;
  5. Surat keterangan sehat dari dokter (Asli).

D. Ketentuan lain

Berkas dibuat rangkap 2 (dua) dan diantar ke Bidang PMPTK melalui Unit Dikpora Kecamatan paling lambat tanggal 09 April 2016, dengan ketentuan agar di jilid masing-masing dengan warna :
  1. HIJAU untuk TK
  2. KUNING untuk SD
  3. BIRU untuk SMP
  4. MERAH untuk SMA/SMK
Download :
Sumber : abidillahakmal.blogspot.co.id

SMPN 2 Wanasaba adakan Workshop Penulisan Soal Ujian Sekolah Terstandar

7:21 AM Add Comment
Workshop Penulisan Soal
Dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Kepala SMP Negeri 2 Wanasaba dan pengawas selama kurun waktu 7 bulan kepemimpinannya terhadap pelaksanaan penilaian pendidikan di SMP Negeri 2 Wanasaba menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum dapat merancang, melaksanakan dan mengolah hasil penilaian dengan baik dan sesuai standar. Hal ini tergambar pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, maupun ulangan semester .

Kesulitan yang utama adalah dalam merumuskan indikator, menyusun kisi-kisi dan butir soal yang baik sesuai kaidah-kaidah penulisan soal. Sehingga yang terjadi adalah pembuatan butir soal tanpa berdasarkan kisi-kisi maupun copy paste soal-soal yang sudah jadi.

Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun butir soal beserta seluruh perangkat pendukungnya, maka pada hari Sabtu, 26 Maret 2016 yang lalu di SMP Negeri 2 Wanasaba telah menyelenggarakan kegiatan workshop penulisan soal terstandar.

Kegiatan yang diikuti oleh semua guru (21 orang guru) tersebut disamping menambah wawasan guru dalam menyusun soal yang sesuai dengan kaidah standar penulisan soal, juga menghasilkan produk berupa perangkat soal ujian sekolah yang Insya Allah akan dipakai pada pelaksanaan US yang akan datang.

Materi workshop penulisan soal terstandar ini disampaikan oleh dua orang nara sumber yang berasal dari pengawas SMP Kabupaten Lombok Timur yaitu bp Haerudin, S.H, SPd, MHum dan Lalu Sulhi Munir, M.Pd.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur Drs. M. Zaini yang dalam arahannya menekankan arti pentingnya nilai kejujuran (Indeks Integritas) dalam pelaksanaan Ujian Nasional mendatang. "Tidak masanya lagi siswa, sekolah maupun masyarakat bangga dengan nilai UN yang tinggi tetapi tidak jujur." tegasnya.