Pemberkasan Digital TPG Triwulan I dan II Tahun Anggaran 2016 Kab. Lombok Timur

10:48 PM Add Comment
Pemberkasan Digital
Hard copy selain Surat Pernyataan Kepala Sekolah, cukup disimpan di sekolah
Untuk Persiapan Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Triwulan I dan II Tahun Anggaran 2016 dengan ini kami minta bantuannya menginformasikan kepada kepala sekolah/pengawas yang ada di wilayah kerja masing-masing agar mengirim berkas elektronik (file scan berkas ukuran maksimal 1 mb per file per sekolah dengan format file JPG ) berupa :

A. Untuk Pengawas

  1. Surat Pernyataan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur tentang kebenaran data bermaterai 6.000.
  2. Daftar Nama Pengawas TK dan SD masing-masing Unit Dikpora, Pengawas SMP dan Pengawas SMA/SMK ditandatangani Koordinator Pengawas mengetahui Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur.
  3. Rekap Absen bulan Desember 2015 dan Januari – Pebruari 2016, disahkan oleh Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur.
  4. Laporan PKG guru binaan.

B. Untuk Sekolah

  1. Surat Pernyataan Kepala Sekolah (menggunakan contoh lampiran I ) tentang kebenaran data perorangan guru bersangkutan (bermaterai 6.000 dan Asli dikirim ke Bidang PMPTK).
  2. SK Pembagian Tugas Mengajar beserta lampirannya dengan menggunakan contoh format lampiran II atau III ( tidak ada toleransi bagi sekolah yang menggunakan format yang berbeda) dan Jadwal Pelajaran Semester 2 TP 2015/2016.
  3. SK Pembagian Tugas Mengajar beserta lampirannya dengan menggunakan contoh format lampir III atau IV (tidak ada toleransi bagi sekolah yang menggunakan format yang berbeda) dan Jadwal Pelajaran Semester 2 TP 2015/2016 di sekolah lain, disahkan oleh Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur bagi Guru yang menambah Jam mengajar di Sekolah binaan Dikpora, disahkan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Timur bagi Guru yang menambah Jam mengajar di sekolah binaan Kemenag.
  4. Rekap absen bulan Desember 2015 dan Januari – Pebruari 2016 termasuk rekap absen di sekolah lain bagi guru yang menambah jam mengajar di luar sekolah induk.
  5. Jurnal Kelas bulan Desember 2015 dan Januari – Pebruari 2016 dengan menggunakan contoh format pada lampir V (tidak ada toleransi bagi sekolah yang menggunakan format yang berbeda);
  6. SK Tugas Tambahan Semester 2 TP 2015/2016.
  7. Sertifikat KMD (Kursus Mahir Dasar) bagi Pembina Pramuka.
  8. Daftar 1000 (seribu) judul buku perpustakaan (bukan jumlah eksemplar dan tidak termasuk buku paket) dengan melampirkan daftar judul buku (menggunakan program excel) khusus bagi sekolah yang memiliki Kepala Perpustakaan. 
  9. Foto copy Sertifikat Pendidik bagi guru yang lulus PLPG tahun 2015 ( bagi yang sudah menerima ) yang telah disahkan pihak berwenang.

C. Data Individu

  1. Surat Pernyataan perorangan dari masing-masing guru bersangkutan ( menggunakan contoh lampiran II terlampir ) tentang kebenaran berkas dan data yang diserahkan kepada Kepala Sekolah dengan materai 6.000 (Asli disimpan di Sekolah ).
  2. SK ( difinitif ) penempatan/mutasi terahir pada Sekolah Induk.
  3. Kartu Identitas PTK (Kartu NUPTK).
  4. Kartu NRG.
  5. SK Konversi NIP Baru.
  6. Rekening Bank NTB yang masih aktif.
  7. Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ).
  8. SK Inpassing tahun 2015.
  9. SK Kenaikan Gaji Berkala tahun 2015( jika ada )
  10. SK Kenaikan Pangkat tahun 2015 ( jika ada )
Kecuali Surat Pernyataan Kepala Sekolah, semua berkas asli discan dan dikirim ke Bidang PMPTK Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur melalui Unit Dikpora Kecamatan masing-masing selambat-lambatnya tanggal 12 Maret 2016 dengan urutan sesuai nomor urut di atas ( Bidang PMPTK tidak menerima berkas per sekolah/perorangan). Untuk Rekap Absen dan jurnal kelas bulan Maret 2016 dikirim menyusul dan sudah kami terima di Bidang PMPTK paling lambat tanggal 2 April 2016. 

Untuk dimaklumi bahwa tidak ada toleransi terhadap semua ketentuan baik batas waktu, prosedur maupun format serta ketentuan lainnya yang sudah disampaikan dan dengan sendirinya Rekening pembayaran profesi akan terblokir jika tidak memenuhi ketentuan yang sudah diberikan.

Berkas elektronik dikirim dalam bentuk CD yang berisi 2 Folder, yaitu 1(satu) folder berisi file berkas individu guru, dan 1(satu) folder lainnya berisi file berkas instansi/sekolah, sedangkan bukti fisik selain Asli Surat Pernyataan Kepala Sekolah agar tetap disimpan di sekolah masing-masing.

Berkas elektronik yang dikirim ke Bidang PMPTK berupa 1 (satu) buah CD yang merupakan gabungan berkas semua Sekolah yang berada di wialayah kerja Unit Dikpora Kecamatan masing-masing dengan memberikan nama folder masing-masing sekolah.

Demikian untuk maklum dan dilaksanakan sebagaimana mestinya, atas perhatian dan kerja sama yang baik kami ucapkan terima kasih.

DOWNLOAD :


Sumber : Bidang PMPTK Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur

Dokumen 1 Kurikulum SMP Negeri 2 Wanasaba

1:23 AM Add Comment
Dokumen 1 Kurikulum SMP Negeri 2 Wanasaba

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

SMP Negeri 2 Wanasaba merupakan salah satu SMP Negeri yang berada di desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, yang berdiri sejak tahun 1993 dan menempati tanah seluas ± 20.000 m2. Lokasi sekolah dapat dikatakan terpencil dan jauh dari jalan raya provinsi dan dekat dengan perbukitan dan persawahan namun kondisi jalan menuju sekolah sudah baik (hotmix). Siswa sekolah berasal dari kawasan pemukiman penduduk sekitar desa Karang Baru, Kembang Kerang, Bebidas, yang rata-rata orang tua mereka kurang memiliki kesadaran mengenai pentingnya pendidikan bagi putra putri mereka. Mereka lebih mengarahkan anak-anak mereka untuk berdagang, membantu di sawah, ladang atau kebun. Walaupun demikian, minat para siswa sekolah cukup tinggi, terbukti dengan mereka mau menempuh perjalanan panjang untuk datang kesekolah tepat waktu, melalui pematang-pematang sawah dan kebun-kebun. Beberapa prestasi sekolah selama ini menyebabkan sekolah ini cukup diminati oleh calon siswa pada saat penerimaan peserta didik. Pada penerimaan peserta didik tahun 2015/2016 dengan jumlah pendaftar siswa baru mencapai 132 orang meningkat 1,1% dari jumlah siswa pendaftar pada tahun pelajaran sebelumnya yang berjumlah 125 orang siswa. Jumlah ini sesuai dengan ruang belajar dan fasilitas lain yang tersedia. 

Kondisi masyarakat lingkungan sekolah yang berdomisili di persawahan dan perbukitan, dapat dikatakan sebagai masyarakat yang dengan wawasan yang kurang memadai. Mata pencaharian penduduk sekitarnya adalah bertani, berladang dan berkebun dan kebanyakan dari mereka bekerja sebagai petani penggarap, buruh tani, tukang pelihara ternak, peternak, bahkan sebagai pemulung. Beberapa anggota masyarakat bekerja sebagai TKI di luar negeri. Hal ini merupakan tantangan bagi pihak sekolah dan sekaligus menjadi pendorong dan pendukung untuk kemajuan sekolah ini. 

Kondisi sosial ekonomi orang tua/wali murid rata-rata menengah ke bawah, dengan tingkat kesadaran yang rendah juga terdapat kebiasan penduduk yang sering kawin cerai, pengetahuan akhlak dan agama rendah tentunya akan menimbulkan dampak bagi perkembangan pendidikan di SMP Negeri 2 Wanasaba . Di samping itu juga , masih sangat kurangnya partisipasi dan kepedulian masyarakat pada dunia pendidikan sekolah, mereka pun sulit untuk diajak berkomunikasi, terbukti setiap kali ada pertemuan antara pihak sekolah dengan orang tua wali murid cuma dihadiri oleh segelintir orang tua wali dan itupun diwakili oleh orang lain, jadi bukan orang tua wali murid yang sebenarnya. Dengan visi dan misi yang sekolah yang jelas, pelan namun pasti perkembangan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dapat meningkatkan arti pentingnya pendidikan kesadaran pembelajaran dalam masyarakat meskipun secara bertahap. 

Fasilitas yang dimiliki SMP Negeri 2 Wanasaba antara lain ruang kelas sejumlah 9 ruangan, Ruang Laboratorium IPA (berisi beberapa alat bantu pembelajaran berupa gambar-gambar, dan alat-alat praktik IPA), perpustakaan, musholla, dan lapangan Bola Basket. Namun sekolah belum memiliki, Laboratorium Bahasa dan Lapangan Olah Raga yang memadai. 

SMP Negeri 2 Wanasaba memiliki tenaga pendidik dan kependidikan sebagai berikut, tenaga guru sejumlah 21 orang dan tenaga tata usaha 4 orang. Dari jumlah 21 guru terdiri dari 18 orang guru PNS, 3 orang guru tidak tetap. Dan dari 3 orang tenaga tata usaha terdiri dari 1 orang PNS, 3 orang pegawai tidak tetap, 1 orang penjaga sekolah dan 1 orang tukang kebun. Sesuai dengan ketentuan yang ada bahwa guru SMP minimal bekualifikasi ijazah S1/Akta IV, kondisi guru di SMP Negeri 2 Wanasaba 100 % berkualifikasi ijazah S1/Akta IV dan 1 orang berkualifikasi S2. 

Guna meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, perlu disusun seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang disebut dengan kurikulum. 

Kurikulum SMP Negeri 2 Wanasaba adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh di tingkat sekolah. Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan ini meliputi tujuan pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu Kurikulum SMP Negeri 2 Wanasaba disusun untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di SMP Negeri 2 Wanasaba. 

Pengembangan Kurikulum SMP Negeri 2 Wanasaba mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan Standar Nasional Pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi SMP Negeri 2 Wanasaba dalam mengembangkan kurikulum. 

Kurikulum SMP Negeri 2 Wanasaba disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk belajar : 
  1. Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 
  2. Memahami dan menghayati ilmu pengetahuan dan teknologi, 
  3. Mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif dan efisien, 
  4. Berinteraksi dengan orang lain, 
  5. Membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar dan bimbingan yang aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan.